SOP Pemasangan Kateter

No comment 7325 views

SOP Pemasangan Kateter

SOP Pemasangan Kateter – Saat ini admin ingin memberikan sedikit ulasan informasi mengenai SOP Pemasangan Kateter , Sebelumnya apakah teman – teman sudah ada yang mengetahui bagaimana Prosedur Pemasangan Kateter ? Baiklah jika belum, admin akan membagikan mengenai informasi tersebut.  Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai SOP Pemasangan Kateter , mari kita mulai dengan membahas dari pengertiannya.

SOP Pemasangan Kateter

SOP Pemasangan Kateter

Pengertian
Pemasangan kateter urine ialah dengan melaksanakan insersi kateter Folley / Nelaton melalui uretra ke muara kandung kemih untuk dapat mengeluarkan urine.

Tujuan

1. Mengambil spesimen urine steril untuk pelaksanaan pemeriksaan diagnostik.
2. Monitoring urine output dengan secara cara ketat.
4. Memulihkan / mengatasi terjadinnya retensi urine akut / kronis.
4. Menentukan jumlah urine sisa setelah miksi.
5. Pengaliran urine untuk persiapan operasi atau pasca operasi.

Pengkajian
1. Mengkaji instruksi / alasan akan dilakukan tindakan pemasangan kateter.
2. Mengkaji status kesehatan & umur klien.
3. Mengkaji tingkat pengetahuan klien.
4. Mengkaji tingat mobilisasi klien.
5. Mengkaji adanya distensi abdomen.
6. Mengkaji waktu terakhir kali klien berkemih.
7. Mengkaji adanya kondisi patologis yg akan mempengaruhi pemasangan kateter, seperti hypertrophy prostat.

Intervensi
A. Persiapan Alat :
1. Alat Nonsteril.
a. Plester.
b. Nampan beserta alas.
c. Spuit 10 cc.
d. Bengkok atau nierbeken.
e. Alat tulis.
f. Pot.
g. Gunting.
h. Aquadest.
i. Jelly.
j. Betadine.
k. Kain penutup klien.
l. Bola kapas savlon.
m. Urine bag.

2. Alat Steril.
a. Handscoen steril.
b. Set kateter urine steril :
1) Pinset anatomis 2 buah.
2) Copies 1 buah.
3) Lidi kapas 2 buah.
4) Duk bolong 1 buah.

B. Persiapan Klien :
Jelaskan prosedur & tujuan dilakukannya pemasangan kateter urine.
Implementasi
1. Memberikan salam terapeutik.
2. Menjelaskan tujuan tindakan.
3. Menutup sampiran.
4. Mencuci tangan.
5. Mengatur posisi klien, menganjurkan klien pada posisi supin dengan lutut ditekuk, paha fleksi, kaki diletakkan ditempat tidur & tutupi klien dengan selimut atau kain.
6. Meletakkan pot di bawah bokong klien. Letakkan nierbeken diantara ke-2 kaki klien.
7. Membuka set steril, atur alat steril dengan memanfaatkan pinset, Buka Penutup kateter letakkan kateter pada alat steril.
8. Menggunakan handscoen steril sebelah kanan terlebih dahulu, tangan sebelah kanan digunakan mengambil pinset steril tangan kiri untuk membuka tempat bola kapas yg telah diberi savlon. Letakkan bola kapas savlon pada copies. Pakai kembali sarung tangan sebelah kiri.
9. Menutup perineal dengan menggunakan duk bolong.
10. Memegang glans penis dengan memakai tangan non dominan. Bersihkan glans penis sekitar meatus urinaria dengan betadine jaga agar tangan dominan tetap steril, 1kali usapan.
11. Mengolesi ujung kateter dengan jelly (minta tolong assistant).
12. Memasukkan kateter yg sudah diberi jelly kateter kurang lebih 6 – 10 centi meter kedalam meatus uretra.
13. Memastikan urine tetap ke luar, selanjutnya kateter urine disambungkan pada urine bag.
14. Melakukan fiksasi dengan cara memberikan injeksi air aquadesh ke dalam folley kateter untuk mengembangkan balon kateter, supaya keteter tak mudah terlepas (pemberian aquadesh sesuai aturan).
15. Menarik dengan cara perlahan-perlahan folley keteter untuk memastikan apakah kateter telah terfiksasi dengan aman.
16. Menulis tanggal pemasangan kateter pada plester yg dapat direkatkan ke selang bag urine dengan paha klien.
17. Memfiksasi selang kateter dengan plester & letakkan selang kateter pada paha klien.
18. Merapihkan klien & alat-alat.
19. Melepaskan handscoen dan buang pada nierbeken.
20. Mencuci tangan.

Evaluasi
1. Mengobservasi jumlah & karakteristik urine yg ke luar.
2. Memonitor kesadaran & tanda-tanda vital klien sesudah pemasangan kateter.
3. Melakukan palpasi kandung kemih & tanyakan adanya rasa ketidaknyamanan sesudah pemasangan kateter.
4. Mengobservasi posisi kateter & drainage urine ke urine bag.

Dokumentasi
1. Mencatat pelaksanaan prosedur, kondisi perineum & meatus uretra.
2. Mencatat waktu pemasangan, & karakteristik urine (konsistensi, jumlah, bau, & warna).
3. Mencatat respon klien selama prosedur.
4. Mencatat type, ukuran kateter, & jumlah cairan yg dipakai untuk mengembangkan balon.

author
No Response

Leave a reply "SOP Pemasangan Kateter"